10 November 2008

Pelantikan Panwaslu Kec. se-Kab. Bantaeng


Tepatnya 10 Nopember 2008 bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, para Anggota Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Bantaeng dilantik dan diambil sumpahnya secara resmi oleh Ketua Panwaslu Kabupaten Bantaeng (H. Kasiran Sidy, S.Sos, M.Si). Sebanyak 24 (Dua Puluh Empat) orang Anggota Panwaslu Kecamatan dengan khidmat mengikuti secara seksama tiap kata yang diucapkan oleh Pengantar Sumpah sebagai Sumpah Sakral yang mendasari tugas dan wewenang seorang Anggota Panwaslu dalam menjalankan

pengawasan Pemilu.







Dalam acara tersebut, turut dihadiri oleh Ketua Panwaslu Propinsi Sulawesi Selatan yang dalam hal ini diwakili oleh salah seorang Anggota Panwaslu Prop. Sul-Sel dan Ketua KPU Kab. Bantaeng serta dihadiri beberapa petinggi Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan elemen terkait lainnya, yakni :
1. Bupati Bantaeng
2. Wakil Bupati Bantaeng
3. Sekretaris Daerah Kab. Bantaeng
4. Ketua DPRD Kab. Bantaeng
5. Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng
6. Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng
7. Kapolres Bantaeng
8. Dandim 1410 Bantaeng
9. Para Kepala Dinas/Badan/Kantor/Unit Kerja se-Kab. Bantaeng
10. Para Camat se-Kab. Bantaeng
11. Para Kepala Desa/Lurah se-Kab. Bantaeng
12. Para Ketua Partai Politik (DPD & DPC) Peserta Pemilu 2009 se-Kab. Bantaeng



Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng (DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr) dengan tegas menekankan agar mengawali proses pengawasan pada pengawasan secara persuasif dan saling menguntungkan semua pihak baik Peserta, Pelaksana maupun Obyek Pemilu. Harapan beliau sangat jelas bahwa keinginannya agar Pemilu yang akan kita songsong nantinya dapat menciptakan nuansa Bantaeng yang Damai, Aman, Tertib, Berkeadilan dan Sejahtera. Bagaimana memberikan dan menanamkan pada masyarakat serta semua elemen yang ikut bergelut dalam proses Pemilu agar paham dan mengetahui makna sebuah Proses Demokrasi yang Sehat dan Positif.



Berdasarkan pemantauan Ambae.exe, mengingat Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Bantaeng (PILKADA) yang lalu, semoga saja dapat menjadi pelajaran buat seluruh masyarakat agar kondisinya dapat terulang dimana ketertiban dan keamanan telah tercipta dengan baik sehingga tidak terjadi perselisihan yang berkepanjangan dan dapat merugikan masyarakat luas.





Info lebih lanjut, klik disini
1. Lantik&Bekal Panwaslu Kec. se-Kab. Bantaeng
2. Penetapan Anggota Panwaslu Kec. se-Kab. Bantaeng

06 November 2008

Fit & Proper Test Panwaslu Kec. se-Kab. Bantaeng


PILKADA dalam rangka memilih Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Bantaeng Periode 2008-2013 telah berlangsung dengan sukses dan membuahkan hasil yang memuaskan. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah berpasangan dengan Drs. H. A. Asli Mustadjab, M.Si terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng Periode 2008-2013. Kini saatnya beranjak dari PILKADA menuju Pemilu Anggota DPR, DPRD dan

DPD serta Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2009-2014.





Setelah Panwaslu Propinsi terbentuk diikuti dengan Panwaslu Kab. Bantaeng beserta Sekretariat Panwaslu Kab. Bantaeng, maka dilaksanakanlah proses Perekrutan terhadap Calon Anggota Panwaslu Kecamatan se-Kab. Bantaeng. Melalui penyeleksian yang cukup ketat dengan mengacu pada Undang-Undang dan Peraturan lainnya yang mengatur tentang Pemilihan Umum, para Calon Anggota diseleksi mulai dari Berkas hingga Tes Watak, Karakter, Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test).



Calon Anggota yang mengikuti Fit and Proper Test berjumlah 28 orang yang selanjutnya tersaring dan membuahkan hasil sebanyak 24 orang yang akan bertugas pada 8 Kecamatan, masing-masing 3 orang di dalamnya. Nantinya ketiga orang tersebut akan memilih salah satu di antaranya sebagai Ketua dan 2 orang lainnya sebagai Anggota. Terbentuknya Panwaslu Kecamatan nantinya akan disusul dengan Pembentukan Sekretariat Panwaslu Kecamatan dan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) untuk bertugas pada masing-masing Desa/Kelurahan se-Kab. Bantaeng.



Pada proses perekrutan yang memasuki babak Tes Wawancara, para Calon Anggota diuji oleh Tim Penguji Kabupaten dengan personil sebagai berikut :
1. Drs. Rosadi (Ketua)
2. H. Kasiran Sidy, S.Sos, M.Si (Anggota)
3. Agus Patra, SH (Anggota)



Adapun data lengkap mengenai Perekrutan dapat Anda lihat secara jelas dengan mengunduh beberapa file di bawah ini :
1. Rekrut Seleksi Calon Anggota Panwaslu Kec.
2. Fit&Proper Test
3. Lamp Fit&Proper Test
4. Hasil Rapat Pleno Fit&Proper Test
5. Lamp Hasil Rapat Pleno Fit&Proper Test
6. Pengumuman


04 November 2008

Pelabuhan Mattoanging membelah BATUNU



Mattoanging terletak di sebelah Barat Daya Kota Bantaeng mendekati wilayah Perbatasan antara Bantaeng dengan Jeneponto. Mattoanging pada posisinya dalam peta Bantaeng yang terdahulu sesuai Arsip yang ada di Belanda merupakan daerah yang pernah dibanguni sebuah pelabuhan kayu. Kini kampung Mattoanging oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng sejak beberapa tahun silam dibangun kembali sebuah Pelabuhan baru guna menampung Kapal-kapal besar yang akan berlabuh di Selat Bantaeng. Pembangunan Pelabuhan ini telah mencapai 100% Fisik. Namun, terdengar isu hangat bahwa Pelabuhan ini akan dikembangkan lagi oleh

Bupati Bantaeng guna memacu pertumbuhan dan perkembangan perkeonomian Kabupaten Bantaeng ke depan.



Hingga saat ini, pelabuhan tersebut belum diresmikan dan belum digunakan untuk berlabuh kapal-kapal besar. Sehingga oleh masyarakat para pecinta olah raga memancing memanfaatkannya sebagai lokasi tempat memancing yang ramai dikunjungi hampir tiap waktu. Lokasi pelabuhan yang membelah sebuah Pulau Atol bernama BATUNU selalu ramai dikunjungi oleh para pemacing dan para pemuda-pemudi Bantaeng. Khususnya para pemancing, anggapan mereka di tempat ini,banyak ikan bisa diperoleh mengingat arus air laut yang cukup deras sehingga ikan-ikan besar banyak bersarang di sekitar Pelabuhan.



Pemandangan yang tampak dari kejauhan adalah kota Bantaeng dengan variasi pegunungan, daratan dan lautan menghiasi cakrawala yang menjadi atap kota Bantaeng. Tak kurang dari para pengunjung memamnfaatkannya sebagai tempat untuk bercengkerama dan bersantai dengan para sahabat sambil mengisi waktu luang, khususnya di sore hari menjelang malam. Suasana hangat bercampur dinginnya hembusan angin laut dan panasnya terik matahari memberi arti tersendiri bagi para pelancong dalam menunggu saat terbenamnya Matahari (Sunset). Hampir di tiap sudut Bantaeng, Sunset dapat terlihat dengan jelas tapi di tempat ini sunset terlihat lebih bagus. Di kejauhan nampak ombak saling memburu,entah kapan berhentinya sementara Matahari mulai menghilang dan menyisakan cahaya jingga memecah awan yang putih. Suara burung camar dan bangau mulai berisik bersama kawanannya menuju sarangnya sebelum gelap malam tiba.



Indahnya sunset menambah indahnya pemandangan alam laut di sekitar pelabuhan, ombak menerpa tepi atol Batunu dan memercikkan semburan air laut dari sisi batu karang yang ada di atol tersebut. Betapa indahnya alam raya ciptaan Allah Swt.







03 November 2008

Seminar VIRUS Komputer


Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Makassar bekerja sama dengan YP. Nusantara Computer College Bantaeng, pada hari Minggu kemarin telah menggelar sebuah Seminar bertajuk Cara Mengantisipasi dan Mencegah dan Membasmi Virus pada Komputer. Komputer merupakan sebuah perangkat yang teramat penting nilainya dewasa ini. Kehadiran Komputer telah amat sangat membantu dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Di kehidupan yang lalu komputer belum hadir,sehingga segala pekerjaan mesti diselesaikan secara manual. Namun kini pekerjaan dapat selesai lebih cepat berkat campur tangan komputer dalam menanganinya. Terlepas

dari itu, komputer membawa dampak yang kurang memuaskan pula bagi para pengguna yang membutuhkan akses cepat.



Komputer telah dijadikan lahan bisnis bagi sebagian besar kalangan pengguna teknologi. Diantaranya telah dimanfaatkan dengan menciptakan sebuah program perusak yang diistilahkan dengan VIRUS KOMPUTER. Virus Komputer bermacam-macam cara kerjanya, ada yang cuma menyembunyikan File/Folder, ada pula yang sampe merusak Sistem Kendali Komputer bahkan ada yang sampai menghapus File/Folder hingga ke titik Windows, System32, Program Files, Explore dan sebagainya.



STMIK hadir untuk membahas bagaimana menangani Virus Lokal yang marak terjadi dan menyerang komputer saat ini. Virus lokal diciptakan oleh anak-anak dalam negeri sendiri yang terbilang hebat di bidang Programing. Ada yang sifatnya cuma mau menguji kemampuan, iseng-iseng, belajar, mencoba dan ada pula yang sengaja mempertontonkan kemampuannya pada khalayak ramai pengguna Komputer.



Dengan dihadiri para maniak-maniak komputer, siswa-siswi Sekolah Menengah dan Atas se-Kabupaten Bantaeng, Seminar dilangsungkan di Sekretariat YP. Nusantara Computer College. Seminar berlangsung selama kurang lebih 3 jam disertai sesi tanya jawab dan workshop. Rencananya kegiatan ini akan berkesinambungan sesuai dengan Program dari para mahasiswa STMIK yang tergabung dalam sebuah wadah bernama MSI. Mereka merupakan putra-putri Daerah Bantaeng yang telah berhasil mengembangkan ilmunya lewat gemblengan Sekolah berbasis Informasi Teknologi di Makassar.



Harapan para peserta khususnya dan masyarakat Bantaeng pada umumnya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut ke depan sebagai salah satu faktor pendukung rencana Bantaeng menuju Cyber City.


Bantaeng sebagai Butta Toa


Dalam sejarah, Bantaeng tercatat sebagai Tanah Tertua di Sulawesi Selatan. Keberadaan Bantaeng sebagai kota persinggahan Penjajah Belanda maupun Bangsa lainnya yang pernah singgah dan mendiami Bantaeng dibuktikan salah satunya dengan adanya beberapa situs bersejarah di Bantaeng, misalnya :


1. Pekuburan Kristen dari Zaman Penjajahan Belanda yang di dalamnya telah dimakamkan jenazah-jenazah orang Belanda.
2. Pekuburan orang-orang keturunan Tionghoa yang berada di Kampung Sasayya Jl. Pahlawan Bantaeng. Pekuburan ini bahkan masih digunakan hingga saat ini oleh etnis Tionghoa Bantaeng.
3. Rumah dan Kantor Pemerintah dengan desain khas ala Belanda dan Jepang.
4. Perkampungan maupun wilayah perdagangan yang hingga sekarang dikuasai oleh etnis China terletak di Pusat Kota, tepatnya sepanjang Jl. Mangga dan Jl. Manggis Bantaeng.



Bukti lain yang erat kaitannya dengan predikat Bantaeng sebagai Butta Butta Toa (Tanah Tertua) di antaranya adalah :
1. Perkampungan Tujuh Keturunan Pertama yang lazim disebut dengan Tumanurunga, Balla Tujua ri Onto, disana dapat ditemukan sisa peninggalan sejarah masa lalu berupa Tujuh Rumah Adat yang terdiri dari Bantaeng, Gowa, Turatea, Bone, Bulukumba, Takalar dan Sinjai.



2. Bantaeng memiliki wilayah yang berbentuk Selat sehingga memungkinkan perahu dan kapal pedagang pada masa lalu singgah untuk berlindung bilamana terjadi ombak pasang. Bahkan sampai sekarang masih kerap dijadikan tempat berlindung. Menurut sejarah terpercaya bahwa kapal-kapal para penjelajah dunia cepat menemukan Bantaeng karena dengan menandai sebuah titik tertinggi yang terlihat dari Laut yakni Puncak Gunung Lompobattang.



Nama Bantaeng telah beberapa kali mengalami perubahan, dimulai dengan nama Bonthain yang diberikan oleh kaum penjajah Belanda untuk selanjutnya berubah lagi menjadi Bantayang dan pada akhirnya menjadi Bantaeng. Di samping beberapa situs bersejarah tersebut di atas, terdapat pula :
1. Taman Purbakala La Tenri Ruwa berupa Kompleks Makam para Raja-raja Bantaeng yang terletak di Jl. Pemuda Bantaeng.
2. Rumah Adat Balla Lompoa di Jl. Dr. Ratulangi Letta-Bantaeng
3. Rumah Adat Balla Bassia di Jl. Bolu Bantaeng
4. Masjid Taqwa Tompong di Jl. Bolu Bantaeng


Template by : Kendhin x-template.blogspot.com