Tampilkan postingan dengan label Olah Raga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olah Raga. Tampilkan semua postingan

28 November 2008

Saudara Kembar Gerak Jalan Cepat


Dalam rangka memperingati Hari PGRI dan Hari KORPRI Tahun 2008. Pemerintah Kabupaten Bantaeng mengadakan Lomba Gerak Jalan Cepat. Acara ini digelar dibagi dalam 2 (dua) waktu.





Untuk memeriahkan Hari PGRI, segenap instansi yang bernaung dalam lingkup Dinas Pendidikan Nasional, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bantaeng turut ambil bagian dalam Gerak Jalan tersebut. Adapun pesertanya berasal dari para Guru dan Staf Tata Usaha tiap sekolah yang ada di Butta Toa. Pelaksanaannya berlangsung pada Hari Minggu, 23 Nopember 2008.



Sedangkan para Pegawai Negeri Sipil yang tergabung dalam ikatan organisasi Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (KORPRI), tak mau kalah pun ikut berlomba bersama para PNS dan Staf Non PNS dari masing-masing instansi Pemerintah Kab. Bantaeng lainnya. Acara dilangsungkan sejak pagi hari pukul 07.00 Wita pada hari Jum'at, 28 Nopember 2008.



Kedua even ini boleh dikatakan antara kembar dan tidak. Jarak tempuh yang dilalui sepanjang 15 Km dengan mengambil titik start dari Lapangan Bawakaraeng dan berakhir pula di tempat tersebut. Menyusuri Jalan Raya Lanto sampai pada Pertemuan Jalan Pahlawan dengan Jl. T. A. Gani. Selanjutnya mengikuti lingkaran sisi kota bagian barat dari Jl. T. A. Gani menuju Jl. Hasanuddin, Jl. Bakri, Jl. Manggis trus menyisir hiruk pikuk kota Bantaeng di sepanjang wilayah pertokoan.



Jalanan yang lebar yang dibagi 2 arah, tepatnya sepanjang Jl. Elang, para peserta dengan penuh semangat bermandikan keringat namun sesekali disiram oleh para pemandu mereka dengan Air Mineral ke'sekujur tubuhnya membuat acara ini makin asyik ditonton.
Setelah melintasi Jembatan Bissampole, perjalanan dilanjutkan menuju Jl. S. Bialo, Arakeke, Jl. A. Mannappiang dan berputar di sisi Kantor Bupati Bantaeng menuju Jl. Dr. Ratulangi.



Perjalanan pun sudah dekat karena Jembatan Lembang Cina sudah dekat di mata. Perasaan para peserta pun makin bersemangat, langkah makin diayungkan berharap FINISH segera tiba. Jl. Raya Lanto kembali dilewati dan sebentar lagi...



SEBENTAR LAGI...

Alhamdulillah,ku bersyukur

saatnya membusungkan dada memasuki garis finish dan berharap dapat JUARA I


08 September 2008

Gema HAORNAS XXV-2008

Peringatan Hari Olah raga Nasional (HAORNAS) XXV Tahun 2008 diharapkan menjadi momentum bersejarah bagi upaya pencerahan keolah ragaan Nasional ke depan dan titik awal kebangkitan peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olah raga serta peningkatan prestasi olah raga Nasional di kancah Internasional khususnya di Kabupaten Bantaeng. Dalam memeriahkan HAORNAS XXV Tingkat Kabupaten Bantaeng Tahun 2008, dilaksanakan secara hikmat upacara dan juga adanya pemberian penghargaan bagi Insan olah raga yang berdedikasi dan Berprestasi Kabupaten Bantaeng (bagi atlet dan pelatih) yang telah memberikan dedikasi dan prestasinya terhadap kemajuan prestasi olah raga di Kabupaten Bantaeng dan telah membawa-membela nama Bantaeng pada setiap event di tingkat Nasional maupun Internasional. Adapun Tema HAORNAS XXV Tahun 2008 yakni Dengan Peringatan Hari Olah Raga Nasional (HAORNAS) XXV Tahun 2008, Kita wujudkan Gerakan Bersama untuk Memajukan Prestasi Olah Raga Nasional dengan sub tema :
1. Olah Raga Pendidikan : Dengan Memajukan Olah Raga Pendidikan, Kita Bentuk Insan yang Cerdas, Sehat, Produktif dan Bersaya Saing
2. Olah Raga Rekreaasi : Dengan Memajukan Olah Raga Rekreasi, Kita Wujudkan Kehidupan Masyarakat yang sehat, Bugar dan harmonis
3. Olah Raga Prestasi : Dengan Memacu Kemajuan Olah Raga, Kita Tingkatkan Prestasi Olah Raga Nasional.

Untuk Cabang Tenis Lapangan, suatu kehormatan dimana atlet dan pelatih yang tergabung di Bawakaraeng Junior Tennis Camp (BJTC)-Bantaeng mendapat Piagam Penghargaan dan Uang Pembinaan, masing-masing :


1. NUR ADIM RAMDANI dengan uang pembinaan Rp 2.100.000,-
2. NUR OKTAFIANTI dengan uang pembinaan Rp 650.000,-
3. AZIMA FARADINA dengan uang pembinaan Rp 650.000,-
4. FAUZIAH AZIS dengan uang pembinaan Rp 650.000,-
5. A. NESTI dengan uang pembinaan Rp 500.000,-
6. YAUMIL AMALIAH dengan uang pembinaan Rp 400.000,-

Sementara di bagian Pelatih atas nama Iswan Nurdin berada posisi 2 dengan uang pembinaan sebesar Rp 1.250.000,-

Hasil ini menjadi bukti bahwa sebagaimana Visi dan Misi yang kami gariskan di BJTC, Raih Prestasi dengan Team Work yang Solid dapat kami buktikan dengan mendapatkan beberapa posisi dan penghargaan. Hal ini pula akan menjadi cambuk untuk bagaimana mempertahankan dan bahkan untuk ditingkatkan di lain waktu. Apalagi ditambah kehadiran Nur Adim Ramdani Iswan yang baru berusia 13 Tahun sudah mampu mengukir prestasi tingkat Nasional dan Internasional. Adim berada di Bantaeng selama berlibur bulan Ramadhan, namun untuk mempersiapkan diri mengikuti turnamen dalam negeri dan di luar negeri pada bulan Oktober sampai dengan September di Pulau Jawa dan Negeri Jiran Malaysia. Kami dari Pengelola BJTC akan mengadakan perubahan nama dari BJTC menjadi BTC (Bantaeng Tennis Camp), dimana alasannya adalah hanya semata ingin memperkenalkan kepada khalayak bahwa Bantaeng terkenal dengan atlet yang berprestasinya disertai dengan harapan prestasinya terus meningkat, demikian disampaikan Syahrul Bayan, SSTP (Pengelola BJTC-Bantaeng).

Perubahan nama akan membawa dampak pada nilai juang yang akan senantiasa terpatri di dada anak-anak didik kami ketika bertanding akan terus menyala sehingga akan timbul semangat bertandingnya untuk membela nama baik daerah kelahirannya. Sekiranya memang sudah saatnya kita selalu mengharumkan nama Bantaeng di Prestasi Olah raga, telah tiba saatnya kita berbuat untuk meningkatkan prestasi, khususnya Tennis Lapangan yang terbilang sukses kami geluti. Kami tidak segan-segan mengupayakan segala cara agar mampu menjadi idola bagi masa depan Bantaeng nantinya seperti yang diungkapkan H. Asri Rani (Pembina BJTC).

Sebuah kehormatan mendapatkan sambutan yang luar biasa dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng terhadap upaya yang telah dilakukan dalam pelatihan tennis ini. Setelah mengikuti Pelatihan Tenis Level II di Jakarta, buat Iswan Nurdin menjadi tantangan tersendiri untuk selalu berbenah dengan mengedepankan profesionalisme sebagai pelatih.

Sebagaimana pernyataan Dr. H. Adhyaksa Dault, SH, M.Si, Sang Juara Tidak Muncul Tiba-tiba, Sang Juara Pasti Melalui Pembinaan Sejak Usia Belia, Dibalik Sang Juara Pasti Ada Pembina yang Ikhlas Bekerja melalui Olah raga Demi Kejayaan Bangsa dan Negara.

30 Agustus 2008

Petenis Junior BANTAENG Lolos Ikuti Seleksi POPWIL


Prestasi yang diukir oleh petenis-petenis junior Bantaeng yang tergabung di Bawakaraeng Junior Tennis Camp (BJTC)-Bantaeng patut mendapat acungan jempol. Pada Seleksi Tim POPWIL (Pekan Olah Raga Pelajar Wilayah) Sul-Sel yang diselenggarakan pada tanggal 29-30 Agustus 2008 di Lapangan Tenis Kantor Dinas Pendidikan Nasional Prop. Sul-Sel, kedua orang Petenis Junior Bantaeng (Nur Oktafianti dan Fauziah Azis) yang dikirim oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bantaeng semuanya mendapat posisi terhormat. Nuroktafianti berada pada peringkat Pertama dan Fauziah Azis sebagai Peringkat IV, demikian ungkap Syamsuri, S.Pd (Pendamping dari Dikpora Kab. Bantaeng).

POPWIL akan diselenggarakan dalam waktu dekat di Kendari-Sulawesi Tenggara untuk selanjutnya yang lolos di POPWIL akan mengikuti POPNAS.


Keberhasilan Petenis kami ini membuktikan bahwa pembinaan yang kami lakukan tidak pernah terputus dan akan menjadi pusat perhatian lagi ketika Nur Adim Ramdani Iswan akan diorbitkan mengikuti beberapa turnamen dunia. Untuk itu, kami berharap dukungan dari Pengprop. PELTI Sul-Sel untuk berperan aktif memberikan dukungan materilnya mencarikan donator yang akan membiayai Nur Adim dalam turnamen tersebut. Demikain disampaikan H. Asri Rani (Pembina BJTC-Bantaeng).

Ditambahkan Iswan Nurdin (Pelatih BJTC), anak-anak asuhan kami yang ada di BJTC telah menunjukkan banyak prestasi karena memang terjalin dukungan yang terintegritas antara Orang Tua, Pelatih, Pemkab. Bantaeng dan Anak didik itu sendiri.

Nur Adim Ramdani akan dijadwalkan kembali mengikuti Turnamen Master Bintang Serie yang akan digelar di Lapangan Tenis Senayan pada tanggal 3 sampai dengan 5 September 2008.

Kalau tidak ada halangan, Insya Allah Nur Adim Ramdani akan tiba di Bantaeng pada tanggal 6 September 2008 untuk persiapan penerimaan penghargaan dari Pemkab. Bantaeng pada peringatan Hari Olahraga Nasional tanggal 9 September 2008. Informasi yang kami dapatkan bahwa Nur Adim akan dijadikan IKON Prestasi Olahraga di Bantaeng yang spektakuler bersama beberapa atlet olah raga lainnya. Syahrul Bayan, SSTP sebagai Pengelola BJTC-Bantaeng berpendapat bahwa hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk program selanjutnya yang mungkin akan banyak tantangannya.

26 Agustus 2008

Nur Adim JUARA I in 2008 MASTER BAKRIE

Satu lagi prestasi olahraga Tenis Lapangan Kabupaten Bantaeng tercetak di tingkat Nasional, dimana petenis yunior Bantaeng, Nur Adim Ramdani Iswan berkibar kembali setelah mengalahkan Mark Ginting di Turnamen Master Bakrie KU 14 Th di Lapangan Tenis “Elite Gold Rasuna Gym Sport Club” Kuningan–Jakarta dengan skor 6-1, 6-0.



Turnamen ini digelar pada tanggal 21-24 Agustus 2008 yang diikuti oleh 8 orang Petenis terbaik di Indonesia Kelompok Umur 14 Tahun. Untuk Nur Adim saat ini berada peringkat pertama PNP dengan total point 1.614 yang diikuti M. Sani Wijaya dengan total point 1228. Hadiah dari kejuaraan ini adalah akan mengikuti beberapa turnamen yang akan dilaksanakan di luar negeri.

Patutlah kita berbangga, dimana petenis yunior kita saat ini yang berada di Jakarta menjadi terbaik dan menjadi juara di beberapa turnamen. Berharap pula pemerhati tennis yang ada di Sulawesi Selatan untuk berpikir bagaimana hal tersebut kita pertahankan dan tingkatkan dan bukan hanya Nur Adim saja akan tetapi dari Bantaeng kita sudah siapkan untuk mengikuti jejak Adim ada petenis yunior di bagian putri pula, ujar H. Asri Rani selaku Pembina BJTC Bantaeng.

Iswan Nurdin selaku orang tua Nur Adim dan Pelatih BJTC mengatakan bahwa prestasi Nur Adim ini adalah buah dari kerja keras Tim (Pemerintah, Pelatih dan Pengelola). Sebab, kalau tim tidak bekerja maksimal maka target yang akan diraih oleh pemain tidak akan tercapai. Nur Adim Ramdani saat ini diperhitungkan oleh pelatih-pelatih nasional, makanya kami bersama pengelola BJTC sementara mencarikan sponsor untuk tetap memperjuangkan nama Bantaeng di kancah nasional dan internasional.

Di temui di sela-sela tugas hariannya, Pengelola Bawakaraeng Junior Tennis Camp (BJTC)-Bantaeng, Syahrul Bayan, SSTP mengatakan Kami bersyukur, bahwa apa yang diberikan oleh Allah SWT membawa berkah, ini semua berkat kebersamaan dan kerja keras kita semua. Adim dalam catatan kami, dalam bulan Agustus 2008 ini menjauarai 5 gelar baik itu Skala Nasional maupun Asia. Maka dari itu, kami senantiasa akan bekerja secara optimal dan tetap membela nama baik Bantaeng, apalagi dengan adanya Bupati Bantaeng yang baru (DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr), beliau sangat merespon dan membantu nantinya, Insya Allah.
Nur Adim Ramdani akan direncanakan kembali dulu ke Bantaeng untuk berkumpul bersama keluarga di Bantaeng pada tanggal 7 September 2008, padahal harus mengikuti kegiatan di Denpasar, namun dari Pelatih di Bogor, Ardi Rivali memberikan izin untuk bisa bertemu dulu dengan keluarga, mumpung bulan suci ramadhan.

07 Juli 2008

Petenis Junior BANTAENG, “lagi-lagi” menjuarai ITF ONEJECT INDONESIA INTERNATIONAL Jr. CHAMPS.

Petenis Junior BANTAENG, “lagi-lagi” menjuarai ITF ONEJECT INDONESIA INTERNATIONAL Jr. CHAMPS.

Seiring perjalanan pelatihan Nur Adim Ramdani Iswan di Ardi Rivali Tennis Camp-Bogor Jawa Barat, terus teruji dan menampilkan penampilan dan prestasi gemilangnya dalam kurun waktu satu bulan mampu kembali menjadi sang juara. Petenis Junior BJTC-Bantaeng semakin memperlihatkan peningkatan prestasinya.

“Adim, begitulah

sapaan sehari-harinya, terus gemilang bagaikan mutiara yang muncul di bawah permukaan laut dalam. Dia bagaikan lampu yang selalu menerangi dibalik prestasi Petenis SulSel, Petenis Junior Bantaeng ini mampu memperlihatkan taringnya setelah menjuarai ITF Jr. Grade 4 pada Thamrin Cup 2008 2 minggu yang lalu. Setelah itu dilanjutkan sebagai petenis unggulan pertama pada ITF Grade 4, Oneject Indonesia International Jr. Champs, 23-29 Juni 2008 di Bandung dan kembali sebagai juara. Dengan meraih Juara I dalam waktu 2 minggu, Adim melanjutkan kemampuannya dengan mengikuti Oneject Bintang tanggal 30-03 Juli 2008 untuk Kelompok Umur 16 Tahun yang bisa sampai pada babak per-8 final. Ini membuktikan bahwa petenis kita telah mampu memberikan permainan terbaik agar menjadi yang atlet terbaik di tingkat nasional yang sebentar lagi mempersiapkan diri ke level Asia (Malaysia, Fhilipina dan Korea)” ujar Iswan Nurdin (Orang tua sekaligus pelatih Di BJTC).

“Kami selaku Pengelola BJTC-Bantaeng sangat bangga pada anak didik kami, Adim yang telah mampu menunjukkan prestasinya hanya dalam kurun waktu 3 minggu mampu juara di 3 turnamen skala nasional dan internasional. Semoga ini dapat menjadi catatan untuk memperbaiki citra pertenisan di Sulsel apalagi nama Kabupaten Bantaeng selalu terngiang di kancah tenis Nasional.” Tambah Syahrul Bayan (Pengelola BJTC-Bantaeng).

Berikut daftar Prestasi Nur Adim Ramdani untuk Tahun 2008 :
1. Babak Perdelapan Final New Armada Open, Magelang, Januari 2008
2. Babak Perdelapan Final Bakrie Pemalang Open, Pemalang, Januari 2008
3. Juara I Bintang Seri I, Jakarta, Februari 2008
4. Juara I ITF Grade 2 Salonpas Jr, Jakarta, Maret 2008
5. Juara III TPA 14 Th ITF Grade 2 Bakrie Cilacap Open, Cilacap, Maret 2008
6. Juara II GPA 14 Th ITF Grade 2 Bakrie Cilacap Open, Cilacap, Maret 2008
7. Juara III Bintang Seri II, Jakarta, Maret 2008
8. Juara III TPA KU 14 Th Bakrie Cilacap Open, Cilacap, Maret 2008
9. Juara III GPA KU 14 Th Bakrie Cilacap Open, Cilacap, Maret 2008
10. Juara III KU 14 Th Bintang Junior Seri II, Jakarta, Maret 2008
11. Juara V KU 16 Th Bintang Seri III, Jakarta, April 2008
12. Juara I TPA KU 14 Th Bintang Seri IV, Jakarta, Mei 2008
13. Juara II TPA KU 14 Th Maesa Paskah, Jakarta, Mei 2008
14. Juara I TPA KU 14 Th Bintang Seri V, Jakarta, Mei 2008
15. Juara I Olimpiade Tenis SMP Se Jawa Barat, Bandung, Juni 2008
16. Juara I KU 14 Th Thamrin Cup ITF Jr Grade 4, Jakarta, Juni 2008
17. Juara I KU 14 Th ITF Gr 4 Oneject Indonesia Intr. Jr Champs, Jkt, Juni 08
18. Babak Perdelapan Final Oneject Bintang, Bandung, Juli 2008

Sepanjang Karier Petenis Junior Bantaeng ini, khususnya di BJTC-Bantaeng, Pemkab. Bantaeng telah begitu banyak dan besar memberikan bantuan dananya dalam rangka peningkatan kualitas dan prestasi tenis kota Butta Toa.

Kami telah persembahkan atlet tenis di bagian putri atas nama Nur Oktafianti yang akan berlaga di PON XVII di Kaltim dalam waktu dekat ini. Berarti generasi muda Kabupaten Bantaeng khususnya Adim dan Anti patut diberikan penghargaan apalagi menjelang Hari Kemerdekaan RI ke 63, tambah Syahrul Bayan dalam liputannya kepada Press Release Team Ambae.exe beberapa waktu yang lalu.

23 Juni 2008

Struktur Organisasi BJTC

1. Pembina :
- Drs. H. Azikin Solthan, M.Si
- Ketua DPRD Kab. Bantaeng
- Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng
- Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng
- Dandim 1410 Bantaeng
- Kapolres Bantaeng
2. Pelindung : Drs. H. Abd. Azis Muttalib, MM
3. Pelaksana :

- Pembina : Ir. H. Syafruddin Siata, MS
- H. Asri Rani
- Pengelola : Syahrul Bayan, SSTP
- Pelatih : Iswan Nurdin
- Asisten Pelatih : Idul Adi Luhu
- Motivator, Strategicgame : Ir. Arfan Doktrin
4. Peserta Didik :
- Kelompok Usia Dini
- Kelompok Umur 10 Tahun
- Kelompok Umur 12 Tahun
- Kelompok Umur 14 Tahun
- Kelompok Umur 16 Tahun
5. Sponsorship :
- Pemkab. Bantaeng
- Pengcab. PELTI Bantaeng
- CV. Citra Ulu Galung Jaya
- PT. Rezky Nurani Mandiri
- Bank Sul-Sel Cabang Bantaeng
- Loka Camp Resort and Outbound
- A and Y Sport Station
- Radio Pantai Selatan 95,4 FM
- Tabloid Tennis
- Hi-Qua
- Perusahaan Air Minum AIRQITA-Bantaeng
- Toko Yayasan Butta Toa

BAWAKARAENG JUNIOR TENNIS CAMP

BJTC

Bawakaraeng Junior Tennis Camp [BJTC] Bantaeng diresmikan oleh Bapak H.M. Amin Syam [Gubernur Sulawesi Selatan] yang bertindak selaku Ketua Pengda PELTI Sulawesi Selatan pada tanggal 29 Juni 2004 berupa penandatanganan Prasasti Bawakaraeng Junior Tennis Camp. Penresmian ini dilakukan pada saat beliau melaksanakan Peresmian Rehab. Lapangan Tenis PELTI Bawakaraeng Bantaeng.

Bawakaraeng Junior Tennis Camp [BJTC] Bantaeng lahir berawal dari keprihatinan para penggagas atas prestasi yunior Kabupaten Bantaeng pada setiap event-event di Makassar. Adapun Penggagas/ide pembentukan Bawakaraeng Junior Tennis Camp
[BJTC] Bantaeng adalah :
1. Ir. H.Syafruddin Siata, MS
2. H. Asri Rani
3. Syahrul Bayan, SSTP
4. Iswan Nurdin

Ide penamaan ini bermula pada pertemuan para orang tua dan peserta didik serta penggagas BJTC pada tanggal 1 April 2004, dengan melaksanakan pertemuan di tengah Lapangan Tenis PELTI Bawakaraeng pada pukul 19.30 Wita dengan tujuan kegiatannya adalah Silaturrahmi sekaligus pemaparan Program Kerja BJTC untuk 10 [Sepuluh] Tahun ke depan.

BJTC pun lahir bagai anak manusia yang terus mendapatkan bimbingan dari para Pengurus Pengcab PELTI Bantaeng, diantaranya Bapak Letkol. INF. Dartono SM selaku Ketua Pengcab PELTI Bantaeng (Mantan Dandim 1410 Bantaeng), Bapak H. Asri Rani selaku Pengusaha Lokal Bantaeng dan Ir. H. Syafruddin Siata, MS selaku Pengurus Pengcab PELTI Bantaeng dan tentunya tidak terlepas Bapak Drs. H. Azikin Solthan, M.Si selaku Bupati Bantaeng.

Tantangan dan rintangan pun berdatangan, bahkan terkadang untuk berprestasi pun masih berat diraih. Namun, setelah Iswan Nurdin selaku Pelatih mengikuti Coaching Clinic International Tennis Federation [ITF] Level 1 di Makassar pada akhir tahun 2004, dari sinilah prestasi pun mengalir bagai air yang terus memancarkan kesejukannya. Dimana nama Bawakaraeng Junior Tennis Camp [BJTC] Bantaeng diharumkan pada setiap event yang digelar di Makassar bahkan event di pulau Jawa.

Dengan adanya perubahan Struktur Organisasi Pengurus Cabang PELTI Bantaeng periode 2005-2010, dimana bapak Drs. H. Abd. Azis Muttalib, MM selaku Wakil Bupati Bantaeng bertindak selaku Ketua Pengcab PELTI Bantaeng yang senantiasa memberikan harapan-harapan segar untuk berbuat demi prestasi. Maka, BJTC pun berubah visi dan Program dengan mengacu pada peningkatan prestasi yunior dikancah pertenisan di tingkat Regional maupun nasional.

Bawakaraeng Junior Tennis Camp [BJTC] Bantaeng menetapkan Visi ”Raih Prestasi dengan Team Work yang Solid” dengan Program kerja yang mengacu pada penggalian bakat petenis yunior Kabupaten Bantaeng dan peningkatan Prestasi di tingkat Regional maupun di tingkat Nasional.

Dalam upaya mengarah pada peningkatan Prestasi Petenis Yunior Bantaeng, dari pihak Pengelola BJTC melakukan kerjasama dengan Loka Camp Resort and Outbound untuk melakukan pelatihan-pelatihan peningkatan semangat juang, peningkatan percaya diri dan motivasi individu, berupa kegiatan Outbound untuk pembentukan Team Work yang solid.

23 Mei 2008

Petenis Bantaeng Juara

Perjuangan petenis asal Bantaeng Sulawesi Selatan, Nuradim di kejuaraan Bintang Junior Jakarta akhirnya membuahkan hasil. Nuradim keluar sebagai juara KU-14 setelah difinal menang atas SF Frederik dengan skor 6-1, 2-6 dan 10-4.
Tampil di partai puncak, Nuradim hanya membutuhkan waktu 45 menit guna menyudahi pertandingan dengan kemenangan. ''Lawan tampil cukup bagus sehingga saya kehilangan poin di set kedua. Untung di set ketiga bisa menguasai keadaan dan memenangkan pertandingan,'' jelas Nuradim kemarin.
Dengan kemenangan ini sebagai bukti bahwa sistem pembinaan lawn tenis di Bantaeng telah berjalan dengan optimal. Karena perjalanan Nuardim pada even nasional tidak hanya di Bintang Junior akan tetapi even-even lainnya telah berhasil menorehkan gelar juara.
Pelatih Pelti Bantaeng, Iswan saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (7/5) menjelaskan sukses anak asuhanya di pentas tenis nasional tidak lepas dari dukungan moril dan materil dari Pelti Bantaeng. Karena Pelti Bantaeng telah banyak membantu sehingga petenis berusia 14 tahun itu berhasil menuai kemenangan.
''Kami sangat bangga memiliki pengurus Pelti yang sangat peduli dengan sistem pembinaan,'' katanya kemarin.
Selain itu tambah Iswan, dirinya sangat menyayangkan pengurus Pelti Sulsel yang tidak pernah memberikan sumbangsi berupa dana pembinaan bagi para petenis. Karena selama ini, banyak sekali kejuaraan yang diikuti di Jakarta dan selalu mengandalkan biaya sendiri tanpa bantuan dari Pelti Sulsel.
''Kami tidak pernah dibantu oleh Pelti Sulsel padahal kita di daerah sudah setengah mati melakukan pembinaan,'' jelasnya.

Referensi : http://www.beritakotamakassar.com

Template by : Kendhin x-template.blogspot.com